Monthly Archives: July 2011

Rembulan di Kolong Langit

Rembulan di Kolong Langit Gadis muda itu menatap dinding penyangga rel kereta antara stasiun Juanda dan stasiun Mangga Besar. Dinding yang bergambarkan anak-anak yang sedang belajar. Sederet kalimat tertulis diatasnya. ‘dengan membaca menjadi cerdas’. Disisi lain dinding berhiaskan gambar dan … Continue reading

Posted in Cerpen | Leave a comment

In memoriam mbak Sholihah

Hatimu entah terbuat dari apa Dalam kesederhanaanmu, mengasuh delapan anak kakakmu Saat seharusnya engkau menikmati dunia remajamu Sampai engkau menuju rumah tangga barumu Sampai kakak iparmu mendahului ke alam fana Hatimu entah terbuat dari apa Delapan keponakanmu tiada beda dari … Continue reading

Posted in Puisi | Leave a comment

Surat Untuk Sahabat

Sahabat, boleh saja engkau menginginkan sesuatu yang kau anggap benar dan paling baik untukmu. Tapi, kadang semua tak seperti yang kita harapkan. Yang terbaik menurut kita, belum tentu memang benar yang terbaik bagi kita di mata Allah. Jadi, bersabarlah, mungkin … Continue reading

Posted in Artikel, Uncategorized | Leave a comment

Melepas Sunyi

Lelaki itu tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Semakin dekat dengan kota kelahirannnya, semakin ia gelisah. Wajah perempuan itu makin jelas tergambar di matanya. Perempuan yang tak seharusnya dicintainya, perempuan yang bukan miliknya. Gegap gempita jalanan tak mengurangi kerinduannya. Celotehan buah hatinya … Continue reading

Posted in Cerpen | Leave a comment

Cermin

Aku terkejut saat kau sodorkan cermin dimukaku Hampir tak kukenal mata lebam yang kutemukan disitu Senyum ceria yang tampak aneh sebab keterpaksaan Tak kupahami pula bibir yang senantiasa menahan perih Atau juga kata-kata surga pada bibir yang pecah   Apakah … Continue reading

Posted in Puisi | Leave a comment

Puisiku

Aku tidur berpeluk puisi Kata-kata mengerumuniku bagai tak bercelah Membelit mimpi dan saraf belikat Puisiku adalah letupan yang harus tertumpah agar tak menjadi genangan yang menyisakan guratan Kata-kata adalah mata untukku terus melihat Bait demi bait adalah langkah untukku terus … Continue reading

Posted in Puisi | Leave a comment

Keluh

Jengah, gundah, gulana….. Sungguh ingin berhenti sejenak, meletakkan beban pada keping perjalanan Pun sesungguhnya malu pada bentangan hati yang terus mengeluh, seakan Aroma kepahitan hanya milikku Padahal samudera luas di luar sana mengombang-ambingkan berjuta, bermilyar, atau bahkan tak terhitung jiwa-jiwa … Continue reading

Posted in Puisi | 2 Comments