Keluh

Jengah, gundah, gulana…..

Sungguh ingin berhenti sejenak, meletakkan beban pada keping perjalanan

Pun sesungguhnya malu pada bentangan hati yang terus mengeluh, seakan

Aroma kepahitan hanya milikku

Padahal samudera luas di luar sana mengombang-ambingkan berjuta, bermilyar, atau bahkan tak terhitung jiwa-jiwa yang malang

Noktah-noktah ketakadilan, kesepian dan juga kesempitan

Tak ada keluh karena memang tak bisa mengeluh

Senantiasa tersenyum, meski hatinya menangis darah

Sungguh perihku hanya sebutir debu di padang pasir kesedihan manusia

Semestinya mampu kugenggam dalam sabar yang terus ditumbuhkan.

Jakarta, 10 Maret 2011

Advertisements
This entry was posted in Puisi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Keluh

  1. Ayudiah says:

    Subhanallah….tulisan yang inspiratif dan menyentil mbak, keep writing sista^^. Love you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s